Senja tak pernah meninggalkan bumi..
Ia hanya pergi ketempat lain,
Memperkenalkan sinar jingga kemerahan nya..
Senja tak pernah pudar..
Ia hanya menambah warnanya di sudut yg berbeda,
Mengukirkan keindahan yg tak biasa..
Jika kita adalah senja,
Akankah kita terus bersama ?
Seperti jingga kemerahan yg ada di ujung langit..
Jika kita adalah senja,
Akankah kita hidup selamanya ?
Menyaksikan bumi hancur secara perlahan,
Menyaksikan hukuman di ujung penghidupan,
Tidakkah itu menyeramkan ?
Aku bagai tertiup angin laut, hatiku kala itu bergetar..
Bagai karang yang terhempas ombak,
Hatiku terkikis dan bertanya
"Berapa banyakkah dosa yang telah ku ukir?"
Akankah hari esok masih terlihat untuk ku ?
.
.
.
.
Sign,
Novia Sulistiawati
Ig @novia_wahidin
TULISAN KITA
Translate
Sabtu, 14 Januari 2017
Senja di ujung langit
Rabu, 16 November 2016
Hujan dan sepotong rindu
Saat titik hujan mengunjungi bumi,
Mereka membawa kehidupan yang baru,
Meredakan panasnya mentari walau sesaat..
Aku menyukai hujan, tapi takut untuk menyentuhnya..
Mungkin karena hujan datangnya tidak sendiri,
Dia takkan meninggalkan setitik celahpun dari bagian diriku untuk merasakan kering. Terlalu basah pikirku.
Tapi ada hal yang kubenci dari sang hujan..
Dia selalu berhasil menguapkan kenangan yang tak ingin ku lihat. Rindu, kataku.
Hujan.. Bisakah kau datang tanpa membawa sepotong rindu ???
@noviawahidin
Selasa, 15 November 2016
Kaktus dan cinta
Tahukah kau bahwa kaktus itu penuh duri, dia tidak seperti tanaman lainnya yang bisa kalian sentuh sambil tersenyum bahagia
Namun dibalik bentuknya yang unik, ada banyak orang yang ingin memilikinya..
Begitupun dengan Cinta, sekalipun cinta kadang sangat menyakitkan,
Tapi cinta selalu punya cara untuk menarik peminatnya untuk kembali merasakannya lagi, lagi, dan lagi..
@noviawahidin
Jumat, 11 November 2016
Berdebukah engkau ?
Kepadamu masa lalu..
Hai apa kabar ?
Aku datang tidak untuk kembali,
Aku hanya ingin tahu bagaimana keadaan mu sekarang..
Berdebukah engkau ?
Aku akan melihatmu dari kejauhan
Seraya memastikan bahwa kau baik-baik saja..
Aku juga tidak pergi darimu, karena aku tahu kemanapun kaki melangkah akan selalu ada kamu di setiap jejaknya..
Hanya saja aku akan jarang melihatmu, karena aku terlalu sibuk melupakan semua tentangmu dan mengejar apa yang aku inginkan..
Kamu adalah sakit hati ku yang terparah..
Dan aku akan selalu menyimpanmu dalam ruang penggelapan, di sudut yg jauh dari pintu hati..
Sempat terpikirkan untuk membuangmu jauh, namun itu tidak bisa ku lakukan. Jiwa ini belum mampu melangkah meninggalkanmu.
Oh iya, aku baik-baik saja.. Meski harus tersiksa setiap hari, tp yakinlah aku akan baik-baik saja.
Jumat, 28 Oktober 2016
Sepucuk surat dari masa lalu
Ada sajak yang memisahkan pikiran.
Ada spasi yang memisahkan kata
Ada waktu yang memisahkan kehidupan
Ada jarak yang memisahkan seseorang..
Apakah ada sesuatu yg dapat memisahkan kita ?
Tentu ada.. Bahkan lebih banyak dari yang kita kira..
Tuhan memberikan kita cinta, dan suatu hari akan mengambilnya juga..
Setelah rasa itu hilang apa kita akan tetap bersama ?
Entah kita sedang berjuang untuk mempertahankan atau sedang menunda perpisahan.
Tak pernah ada yg tahu bagaimana kita memulai hubungan ini..
Tak ada yg tahu bagaimana kau meyakinkan ku tentang hubungan ini..
Tak ada yg tahu bagaimana komitmen itu kita buat..
Mereka pun tak tahu apa saja yg telah kita lewati selama ini..
Tidak ada yang lebih tahu selain kita berdua..
Mereka hanya penonton yg sedang menunggu hiburan untuk di tertawakan..
Biarkan aku mencintaimu dengan caraku, bukan dengan cara mereka..
Semuanya terasa indah, setiap pertengkaran yg kita lewati terasa lucu..
Namun tak pernah ku sangka, ternyata bagimu itu adalah suatu beban yg senantiasa membuatmu tertekan jika bersamaku.
Aku minta maaf.. Terima kasih karena sudah menyadarkanku..
Bahwa ternyata, jenuh itu memang telah lama hadir di antara kita..
Selama ini, aku saja yang bahagia, aku saja yg merasa berapi-api tentang masa depan bersamamu..
Maaf karena aku masih belum bisa menjadi apa yg kau mau..
Maaf karena aku tidak sesempurna apa yg kau pikirkan..
Bagaimanapun, aku adalah wanita..
Yang telah menyerahkan hatinya untuk orang yg dia sayangi..
Juga telah menyerahkan angan-angannya Tetang masa depan bersama orang yg aku sayangi..
Apa aku kecewa ?
Iya.. Sangat berat bagiku melewati semuanya..
Tetapi, inilah jalan yang terbaik untuk kita..
Percayalah padaku ini bukan salah mu..
Ini salahku, yang terlalu memaksakan perasaanku padamu..
Harusnya aku tahu diri agar tidak menjadi serakah,
mencintaimu diam-diam selama ini saja harusnya sudah lebih dari cukup bagiku..
Andai aku tahu bahwa sakitnya akan bertambah parah seperti ini, Harusnya sejak awal tak perlu ku ungkapkan apa yg ku rasakan padamu..
Harusnya aku tak melangkah menjalani hubungan ini..
Padamu...
Masa lalu, ku titipkan sepotong kenangan yang enggan ku buang..
Namun tak jua ingin di ingat..
Padamu...
Masa lalu, ku simpan sebuah cerita tanpa akhir yang takkan hilang hingga kapanpun..
Dan padamu...
Masa lalu, ku serahkan sejengkal harapan yang tak kunjung usai dalam benakku..
Berharap suatu hari nanti, kita akan bahagia sesuai dengan apa yang kita inginkan..
Meski kita tak lagi bersama..
Percayalah.. Aku akan tetap menyimpan semua rasa dan cerita kita hingga aku mati..
Jadi jangan lupa untuk menyapaku jika kita bertemu juga tersenyumlah padaku..
Setidaknya dengan melihat itu akan tahu bahwa kamu baik-baik saja dan kamu bahagia tanpa aku..
Jangan gentar menghadiri acara jika aku ada di sana..
Maaf aku membuatmu jenuh dan lelah dengan semua tingkahku..
Kini saatnya kamu bahagia dengan keinginanmu, tanpa aku..
Aku hanya menyesali satu hal..
Aku bahagia jika bersamamu. Namun sebaliknya tidak untukmu..
Sepucuk surat dari masa lalu.
Sign
Me.
To
Kojo.
Jumat, 25 September 2015
Re-Search of HEART (pencarian hati (lagi))
Sejak awal aku ingin mengetahui akan menjadi seperti apakah hubungan ini ?
Apakah aku akan berarti untukmu ?
Apakah dengan masuk kedalam hidupmu, aku akan dapat memiliki tempat di hatimu ?
Lama sekali, hingga ku temukan jawabnya.
Perlu pencarian lagi dan lagi..
Perlu kesalahpahaman dahulu..
Perlu konflik dahulu..
Tak mudah untuk menyimpulkan isi hati seseorang.
Apa lagi itu menyangkut 'seberapa pentingnya dirimu' untuk hidup orang itu.
Namun Setelah aku larut kedalam liang kebingungan,
Seperti diaduk bak kopi yang siap saji,
Ragu-ragu.. Akupun akhirnya memanen sebuah simpul.
Kalimat hanya akan menjadi kalimat..
Tindakan hanya akan menoreh garis kenangan..
Dan perasaan, akan selalu meneriakkan yang benar.
Bahwa, mungkin aku salah karena telah masuk kedalam hidupmu
Mungkin aku telah keliru menanggapi semua tindakanmu
Bahwa mungkin saja, aku hanya telah larut dalam bayangan perasaanku sendiri.
Hingga aku tak sadar, bahwa hanya aku yang berfikir seperti ini..
Tak banyak yang bisa ku berikan, peranku dalam hidupmu hanya sebagai benalu.
Tak ku pungkiri, bahwa otakku masih mencerna hal ini sejak 2 bulan lalu.
Yaaah.. Aku bak lintah yang tak sengaja menempel padamu hingga akhirnya kau kelelahan karena ku.
Saatnya untuk pergi, bukan karena membencimu..
Tapi karena terlalu sayang padamu..
Sudah cukup rasa sakit yang kau rasakan karena aku. Sudah cukup kesedihan dan amarah yang kau rasakan karena aku.
Karena aku adalah penyebab suramnya hidupmu..
Akulah yang membuat hidupmu menjadi tidak berwarna lagi..
Kuulangi sekali lagi..
Dari awal hidupku memang hanya hitam dan putih.. Dan maaf, karena aku tak sadar bahwa aku telah menghilangkan warna-warna cerah lainnya dari hidupmu. Akupun tak tahu efeknya akan seperti ini.
Maaf karena aku tak dapat banyak membantu untuk setiap masalahmu..
Maaf karenaku kau pun di jauhi..
Maaf untuk semua tingkah bodohku, tingkah kekanak-kanakanku, atas sikapku yang sering membuatmu marah :')
Hah.. Aku hanya tidak tahu membuatmu tersenyum. Aku tidak pandai membuat guyonan untuk menghibur orang lain.
Bahkan untuk orang yg ku anggap penting sekalipun.
Keputusan ada padamu. Dan aku tidak ingin menahanmu lebih dari ini..
Lakukanlah apa yang menurutmu baik. Semua keputusanmu akan ku terima.
Terima kasih untuk semua pertolonganmu..
Entah dengan apa harus ku bayar semuanya..
Keluargaku begitu merepotkanmu..
Tapi suatu saat nanti, aku berjanji akan membalas kebaikanmu..
Maaf dan terima kasih untuk semuanya..
-N
Jumat, 05 Juni 2015
Jatuh Cinta Itu Biasa.
Jatuh cinta itu biasa.. Sungguh biasa..
Yang membuatnya ga biasa adalah everything that we have its always about the pain..
And than, we gonna smile each other..
Lebih cepat dan lebih keras lagi, kita tertawa.
Sekali lagi, jatuh cinta itu biasa.. Sungguh biasa..
Yang membuatnya luar biasa adalah kejujuran.
Rasa pahit itu terobati dengan sangat baik oleh senyuman..
Dan senyuman yang kita lontarkan terasa amat nikmat dan tulus karena di setiap sudut senyum itu di hiasi oleh kejujuran..
So, jangan pernah menghawatirkan Cintamu hari esok. Cukup jadikan hari ini hari yang terbaik untuk mendapatkan lebih banyak cinta, maka esok kau akan tetap di kelilingi oleh kasih sayang.
Jangan pernah mengeluhkan apapun yang terjadi padamu dan pada cintamu. Karena ketika kau mengeluh, cinta akan melepaskanmu. Tetaplah bersyukur pada Allah, maka kau akan merasakan betapa nikmat cinta sesungguhnya.
- N.S -