Translate

Jumat, 25 September 2015

Re-Search of HEART (pencarian hati (lagi))

Sejak awal aku ingin mengetahui akan menjadi seperti apakah hubungan ini ?
Apakah aku akan berarti untukmu ?
Apakah dengan masuk kedalam hidupmu, aku akan dapat memiliki tempat di hatimu ?

Lama sekali, hingga ku temukan jawabnya.
Perlu pencarian lagi dan lagi..
Perlu kesalahpahaman dahulu..
Perlu konflik dahulu..
Tak mudah untuk menyimpulkan isi hati seseorang.
Apa lagi itu menyangkut 'seberapa pentingnya dirimu' untuk hidup orang itu.

Namun Setelah aku larut kedalam liang kebingungan,
Seperti diaduk bak kopi yang siap saji,
Ragu-ragu.. Akupun akhirnya memanen sebuah simpul.

Kalimat hanya akan menjadi kalimat..
Tindakan hanya akan menoreh garis kenangan..
Dan perasaan, akan selalu meneriakkan yang benar.

Bahwa, mungkin aku salah karena telah masuk kedalam hidupmu
Mungkin aku telah keliru menanggapi semua tindakanmu
Bahwa mungkin saja, aku hanya telah larut dalam bayangan perasaanku sendiri.
Hingga aku tak sadar, bahwa hanya aku yang berfikir seperti ini..
Tak banyak yang bisa ku berikan, peranku dalam hidupmu hanya sebagai benalu.
Tak ku pungkiri, bahwa otakku masih mencerna hal ini sejak 2 bulan lalu.
Yaaah.. Aku bak lintah yang tak sengaja menempel padamu hingga akhirnya kau kelelahan karena ku.

Saatnya untuk pergi, bukan karena membencimu..
Tapi karena terlalu sayang padamu..
Sudah cukup rasa sakit yang kau rasakan karena aku. Sudah cukup kesedihan dan amarah yang kau rasakan karena aku.

Karena aku adalah penyebab suramnya hidupmu..

Akulah yang membuat hidupmu menjadi tidak berwarna lagi..

Kuulangi sekali lagi..
Dari awal hidupku memang hanya hitam dan putih.. Dan maaf, karena aku tak sadar bahwa aku telah menghilangkan warna-warna cerah lainnya dari hidupmu. Akupun tak tahu efeknya akan seperti ini.

Maaf karena aku tak dapat banyak membantu untuk setiap masalahmu..
Maaf karenaku kau pun di jauhi..
Maaf untuk semua tingkah bodohku, tingkah kekanak-kanakanku, atas sikapku yang sering membuatmu marah :')
Hah.. Aku hanya tidak tahu membuatmu tersenyum. Aku tidak pandai membuat guyonan untuk menghibur orang lain.
Bahkan untuk orang yg ku anggap penting sekalipun.

Keputusan ada padamu. Dan aku tidak ingin menahanmu lebih dari ini..
Lakukanlah apa yang menurutmu baik. Semua keputusanmu akan ku terima.

Terima kasih untuk semua pertolonganmu..
Entah dengan apa harus ku bayar semuanya..
Keluargaku begitu merepotkanmu..
Tapi suatu saat nanti, aku berjanji akan membalas kebaikanmu..

Maaf dan terima kasih untuk semuanya..

-N